Headlines

Misteri

Fauna

Culture


Peneliti University of Utah Amerika Serikat berhasil menemukan spesies dinosaurus baru. Dinosaurus yang mirip dengan ayam ini ditemukan peneliti usai menggali sisa batu lumpur pada pembentukan Hell Creek, di North dan South Dakota.

Sebelumnya, di situs ini telah ditemukan tulang Tyrannosaurus rex (T-rex) dan triceratop (jenis dinosaurus bertanduk tiga yang berbadan besar).

Selama beberapa dekade terakhir, di wilayah situs yang kaya dengan fosil tersebut, ditemukan kerangka bagian hewan. Namun, sampai saat ini belum diakui sebagai genus atau spesies baru dari keluarga dinosaurus.

Fosil-fosil itu sedang disimpan di Carnegie Museum of Natural History, Pittsburgh.

Melansir Guardian, Jumat 21 Maret 2014 dinosaurus yang dinamai Anzu Wyliei dikenal berbahaya dan mengerikan. Sebab, dinosaurus berusia 66 juta tahun lalu memiliki leher yang panjang, ekor panjangnya mencapai bermeter-meter dan cakar yang tajam.

Jika dinosaurus itu berdiri, tinggi pinggulnya mencapai 1,5 meter. Sementara dari paruh ke ekor lebih dari 3 meter. Bobotnya diperkirakan mencapai 300 Kg.

Peneliti memberi nama temuan spesies itu dengan 'ayam dari neraka', yang dipengaruhi dari nama formalnya, Anzu wyliei.

Anzu merupakan nama burung iblis dari mitologi kuno, sedangkan nama Wyliei berasal dari Wylie J Tuttle, putra pendonor yang membantu mendanai penelitian di museum.

Dinosaurus ayam itu termasuk dalam kelompok oviraptorosaurs, hewan purba yang sebagian besar diketahui dari fosil di Asia tengah dan bagian timur. Namun, kuat dugaan fosil dinosaurus ayam ini termasuk oviraptorosaurs Amerika Utara.

Bukan yang Terbesar
Disebutkan Hans-Dieter Sues, seorang kurator paleontologi vertebrata di Smithsonian National Museum of Natural History, selama hampir 100 tahun, bukti kehadiran oviraptorosaurs di Amerika Utara hanya dikenal dari temuan beberapa kerangka dan masih menyimpan misteri.

Namun kata Sues, dengan temuan fosil A Wyliei, misteri makin terkuak. "Kami akhirnya memiliki bukti fosil untuk menunjukkan seperti apa spesies itu dan bagaimana kaitannya dengan dinosaurus lain," ujar dia.

Pemeriksaaan pada fosil menunjukkan bekas luka pada salah satu cakarnya. Peneliti menduga dinosaurus ayam ini mengalami pertarungan atau mendapat serangan dari predator yang lebih besar. Namun ini masih menjadi misteri.

Sejauh ini spesies Anzu bukan merupakan spesies terbesar dalam kelompok oviraptorosaurs. Pada 2005 lalu, ditemukan dinosaurus kategori kelompok tersebut, dinamai Gigantoraptor, tumbuh sekitar 8 meter dan bobotnya lebih dari 1 ton.

Sementara Stephen Brusatte, paleontolog vertebrata di University of Edinburgh menjelaskan Oviraptorosaurs merupakan salah satu kelompok dinosaurus yang paling aneh dari dinosaurus yang pernah hidup.

"Melihat hewan-hewan ini, sulit percaya bahwa mereka adalah nyata. Mereka memiliki puncak besar pada tengkorak mereka, memiliki paruh, tidak ada gigi dan sangat mirip tengkorak burung," ujar Brusatte.

Temuan spesies Anzu, kata dia semakin menambah pengetahuan baru seputar fosil oviraptorosaurus di Amerika Utara dan kelompok ini diduga hidup dengan cara tak biasa.

"Anzu akan hidup bersama dengan T rex dan percaya atau tidak, T rex merupakan sepupu dekat Anzu. Tapi Anzu adalah jenis yang sama sekali berbeda dari dinosaurus," katanya.

Sumber:

Fenomena Loch Ness sebagai salah satu spesies purba yang berhabitat di air masih menjadi misteri sampai hari ini. Penampakannya melalui foto legendaris yang dijepret 21 April 1934 silam tampaknya menjadi bukti terakhir bahwa monster Loch Ness benar-benar ada.

Untuk diketahui, monster Loch Ness dikenal luas sebagai monster reptil berukuran besar yang hidup di perairan Skotlandia, tepatnya di danau Loch Ness. Nessie —sebutan untuk Loch Ness— dikenal juga sebagai plesiosaurus yang memiliki panjang leher tujuh meter.

Namun, baru-baru ini, seorang ilmuwan veteran yang mengamati danau Loch Ness dalam setahun terakhir penuh, mengkhawatirkan spesies purba itu telah punah. Ialah Gary Campbell, penduduk Inverness, United Kingdom, yang telah mengikuti gerak-gerik Loch Ness selama 17 tahun sejak kemunculan pertamanya 1.500 tahun lalu.

"Sangat menyedihkan. Kini dia tidak pernah muncul lagi ke permukaan," ungkap Campbell pada BBC, Selasa 11 Februari 2014. "Jumlah penampakannya berkurang drastis sejak pergantian abad, tapi ini adalah kali pertama Nessie tidak pernah terlihat sama sekali dalam 90 tahun."

Nessie mendadak tenar pada tahun 1933 sejak cerita tentangnya diterbitkan di sebuah surat kabar lokal, yang memajang foto spesies air berkepala besar serta punuk. Banyak yang tidak percaya, bahkan menyebut penampakan itu tidak lebih dari dua ekor bebek yang sedang berkelahi di air.

Fenomena alam

Menurut mitos, kemunculan Nessie ditandai dengan keluarnya gelembung-gelembung besar di air dan gempa bumi.

Saat ini, mitos keberadaannya terbagi dua. Ada yang mengatakan Nessie benar-benar ada di dalam perairan, dan ada juga yang mengatakan monster raksasa itu semata-mata hanya mitos dari serangkaian cerita dongeng.

Tapi, menurut seorang ahli geologi asal Itali, Luigi Piccardi, gelembung-gelembung air dan getaran di bumi sebelum kemunculan Nessie hanyalah sebuah fenomena alam geologi.

Piccardi dengan tegas menyatakan tidak percaya jika ada monster raksasa yang sangat pemalu di perairan Skotlandia.

"Gelembung-gelembung besar yang muncul di dalam perairan dan gempa bumi itu disebabkan oleh aktivitas seismik di sepanjang sesar Great Glen," kata Piccardi.

Sumber:

Seorang mahasiswa asal India nekat melompat ke kandang harimau di Kebun Binatang Gwalior di India. Yashonandan Kaushik, melakukan aksi nekatnya ini untuk melawan binatang pemakan daging tersebut.

Kejadian mengejutkan ini terjadi pada 31 Maret 2014, sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Kaushik benar-benar tidak mempedulikan teriakan para pengunjung dan staf kebun binatang yang melarangnya untuk masuk ke dalam kandang harimau.

Mahasiswa 23 tahun jurusan Teknik dari Universitas di Madhya Pradesh, India ini mengejar salah satu harimau sampai ke dalam gua dan anehnya dia berhasil ke luar dari kandang dengan kondisi baik-baik saja. Seorang pengunjung mengabadikan aksi nekat pemuda ini dan menyebarkannya ke internet.

Dalam video itu memperlihatkan Kaushik melepaskan bajunya dan mencoba mengganggu dua harimau bernama Luv dan Kush, di dalam kandang dengan cara menari dan bertingkah aneh selama 45 menit. Tapi, kedua harimau itu hanya melihatnya dan berjalan ke arah yang berlawanan.

Ketika salah satu harimau itu berjalan ke dalam gua, Kaushik mengikutinya dan memanggil binatang buas itu untuk keluar dan melawannya. Pada satu kejadian dia bahkan dapat terlihat sedang duduk dalam posisi yoga, sedangkan harimau itu hanya berdiri beberapa meter di depannya.

Aksi aneh mahasiswa ini berhasil dihentikan oleh staf keamanan yang tiba beberapa saat dengan mengunci harimau-harimau itu, sebelum mengawal Kaushik ke tempat yang aman.

“Ini adalah kejadian yang tidak akan pernah saya temui dalam hidup saya lagi. Kejadian ini membuat saya hampir gila, ketika melihat seseorang melakukan hal yang sia-sia dengan melawan harimau di kandangnya,” ujar salah seorang pengunjung, seperti dikutip Oddity Central, Selasa (1/4/2014).

Juru bicara kebun binatang Gwalior mengatakan bahwa binatang liar yang lahir dan dibesarkan di penangkaran jarang menyerang orang. Mereka kehilangan naluri alami untuk melawan, dan tidak jarang menghasilkan harimau yang lemah.

Penyelidikan lebih lanjut atas insiden tersebut mengungkapkan bahwa Kaushik membutuhkan waktu sepuluh menit untuk memanjat dinding dan jatuh ke kandang harimau.

Selama kejadian itu, tak satu pun dari staf kebun binatang yang datang untuk mencegahnya. Operasi penyelamatan berlangsung sekira satu jam. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa karyawan di banyak kebun binatang India tidak cepat tanggap.

Beberapa laporan menyatakan bahwa Kaushik mungkin telah mabuk. Sementara beberapa orang mengatakan bahwa dia mungkin tidak stabil secara mental.

Sumber:

Orangutan asal Indonesia memiliki kecanduan yang unik. Kirno, orangutan asal Indonesia, sangat suka merokok. Kebiasaan anehnya ini dia lakukan setelah seorang pengunjung melemparkan puntung rokok yang masih menyala ke dalam kandangnya.

Orangutan berusia 14 tahun ini belajar merokok dengan meniru pengunjung kebun binatang Taru Jurug di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Kirno telah merokok selama dua tahun. Karena kebiasaan buruknya ini, dia harus dipindahkan ke sebuah pulau untuk menghentikan kebiasaannya itu. Seorang juru bicara kebun binatang Taru Jurug mengatakan bahwa sangat sulit mencegah para pengunjung untuk tidak memberikan rokok lagi kepada Kirno.

"Sulit untuk mencegah pengunjung untuk tidak memberikan rokok ke Kirno," kata juru bicara kebun binatang. Demikian dilansir Daily Mail, Jumat (21/3/2014).

"Banyak pengunjung yang nakal. Kebiasaan merokok pada orangutan sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kurangnya nafsu makan," tambahnya.

Aksi Kirno ini telah diabadikan oleh seorang fotografer bernama Agoes Rudianto, dia memotret Kirno yang sedang merokok ketika melewati kandang orangutan tersebut.

Kepala Operasi dari Orangutan Protection Foundation, Dr Grainne McEntee, mengatakan bahwa hal yang terjadi pada Kirno disebabkan oleh mimikri. Mimikri merupakan karakteristik perilaku pada primata, di mana mereka belajar dan meniru apa yang dilakukan oleh manusia.

Sumber:

Satu lagi keanekaragaman laut di perairan Indonesia ditemukan. Kali ini, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan spesies baru ikan pari unik, tubuhnya memiliki titik-titik seperti pola pada macan tutul. 

Karena keunikannya itu, spesies baru ikan pari itu dinamakan ikan pari tutul kecil (Himantura tutul). Dalam bahasa Inggris, ikan ini disebut Fine-spotted whipray. 

Adalah Irma Shita Arlyza, peneliti molekuler ikan pari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI yang menemukan ikan pari unik itu. Temuan itu menambah tiga kerabatnya yakni Himantura leoparda, Himantura uarnak, dan Himantura undulata. 

Saat ditemui di kantor LIPI, Jakarta, Kamis 3 April 2014, Irma mengungkapkan ikan pari tutul itu ditemukan pada empat lokasi berbeda yaitu Laut Jawa, kawasan perairan Singaraja Bali Utara, kawasan perairan selatan Jawa dan Selat Sunda.

Proses pengumpulan sampel ikan pari yang dilakukan di empat lokasi itu berlangsung dari 2006 hingga 2008.

"Setelah itu, kemudian dianalisis dengan pendekatan molekuler dengan mengurutkan DNA, dan kemudian baru diputuskan sebagai spesies baru pada 2012," kata dia.

Dia menjelaskan, keunikan pola titik pada ikan pari tutul berbeda dengan kerabat lainnya. Jika Himantura lain memiliki pola titik segi empat, segi lima beraturan layaknya sarang lebah, namun ikan pari tutul kecil ini memiliki pola tutul yang tak beraturan. 

Meski temuan ini cukup menggembirakan dalam hal keanekaragaman hewan laut, Irma memperingatkan potensi hilangnya spesies ini. Para nelayan di berbagai tempat telah lama mengetahui ikan pari memiliki nilai komoditas. Misalnya, kulitnya dimanfaatkan sebagai tas atau dompet, dan dagingnya dikonsumsi. 

Ia menyarankan agar pemerintah mulai membatasi eksploitasi dan memberikan alternatif perlakuan pada ikan ini, misalnya dilestarikan untuk pariwisata mengingat pola titiknya yang unik.  

"Kenapa perlu dibatasi? Sebab, saat ini produk ikan pari makin berkurang, jika terus dieskploitasi, dikhawatirkan spesies ini akan hilang," ujar dia. 

Irma kemudian mengajukan data statistik ekspor perikanan. Untuk komoditas ikan pari makin berkurang dari tahun ke tahun. "Ikan pari termasuk 10 komoditas besar perikanan kita," ujarnya. 

Namun, ia mengakui, nilai komoditas pada ikan pari memang sudah menjadi incaran nelayan. Untuk itu, selain pembatasan, menurut Irma, sah-sah saja nelayan mengambil ikan pari, meski ia menyarankan untuk mengambil jenis yang sudah melewati masa matang.

"Ikan pari punya masa matang reproduksi 5-10 tahun, ya ambil saja yang sudah melewati itu, karena masa usia ikan pari itu 25 tahun," kata dia. (art)

Sumber:

Enam spesies baru semut pengisap darah ditemukan di Madagaskar, demikian dilaporkan jurnal ZooKeys edisi 31 Maret seperti dikutip LiveScience. Serangga yang disebut “Semut Dracula” itu tampaknya menyimpang dari semua aturan yang sebelumnya dipercaya oleh para ilmuwan tentang semut.
“Genus Mystrium adalah salah satu kelompok paling misterius dalam kelompok semut drakula,” jelas Masashi Yoshimura, dari California Academy of Science, yang terlibat dalam penelitian tersebut.
Mystrium sangat sukar untuk diidentifikasi karena banyaknya variasi di dalam setiap spesies,” imbuh dia. Dari enam spesies baru itu, tiga di antaranya adalah Mystrium labyrinth, Mystrium mirror, dan Mystrium shadow.
Semut drakula – dinamai demikian karena mereka mengisap darah semut lebih muda dalam proses yang disebut “kanibalisme nondestruktif” – pertama kali ditemukan di sepotong kayu lapuk di Madagaskar, sepuluh tahun silam. Tetapi selama bertahun-tahun mereka berhasil membuat para ilmuwan yang menelitinya bingung.
“Peran dari seekor semut dalam sebuah koloni tidak bisa ditentukan dari penampilannya. Semut yang kelihatan mirip, bisa menjadi semut pekerja di satu spesies, tetapi di spesies lain bisa menjadi ratu,” beber Brian Fisher, pakar serangga dari California Academy of Science, yang juga terlibat dalam riset itu.
Tetapi setelah mengumpulkan dan meneliti ribuan semut di Madagaskar selama dua dekade, Yoshimura dan Fisher menemukan sebuah metode untuk membedakan spesies-spesies baru itu.
Hasilnya ditemukan bahwa semut-semut itu awalnya bisa tumbuh sebagai semut jantan, ratu besar, atau pekerja utama. Setelah itu semut pekerja biasanya bereproduksi atau bahkan berubah menjadi ratu dalam koloni.
Para peneliti mengatakan untuk memahami semut-semut itu diperlukan pengetahuan tentang bentuk asal semut itu, bukan perannya dalam koloni. Untuk menggolongkannya juga harus memahami gaya reproduksi mereka.

Sumber: