Headlines

Misteri

Fauna

Culture


Seorang mahasiswa asal India nekat melompat ke kandang harimau di Kebun Binatang Gwalior di India. Yashonandan Kaushik, melakukan aksi nekatnya ini untuk melawan binatang pemakan daging tersebut.

Kejadian mengejutkan ini terjadi pada 31 Maret 2014, sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Kaushik benar-benar tidak mempedulikan teriakan para pengunjung dan staf kebun binatang yang melarangnya untuk masuk ke dalam kandang harimau.

Mahasiswa 23 tahun jurusan Teknik dari Universitas di Madhya Pradesh, India ini mengejar salah satu harimau sampai ke dalam gua dan anehnya dia berhasil ke luar dari kandang dengan kondisi baik-baik saja. Seorang pengunjung mengabadikan aksi nekat pemuda ini dan menyebarkannya ke internet.

Dalam video itu memperlihatkan Kaushik melepaskan bajunya dan mencoba mengganggu dua harimau bernama Luv dan Kush, di dalam kandang dengan cara menari dan bertingkah aneh selama 45 menit. Tapi, kedua harimau itu hanya melihatnya dan berjalan ke arah yang berlawanan.

Ketika salah satu harimau itu berjalan ke dalam gua, Kaushik mengikutinya dan memanggil binatang buas itu untuk keluar dan melawannya. Pada satu kejadian dia bahkan dapat terlihat sedang duduk dalam posisi yoga, sedangkan harimau itu hanya berdiri beberapa meter di depannya.

Aksi aneh mahasiswa ini berhasil dihentikan oleh staf keamanan yang tiba beberapa saat dengan mengunci harimau-harimau itu, sebelum mengawal Kaushik ke tempat yang aman.

“Ini adalah kejadian yang tidak akan pernah saya temui dalam hidup saya lagi. Kejadian ini membuat saya hampir gila, ketika melihat seseorang melakukan hal yang sia-sia dengan melawan harimau di kandangnya,” ujar salah seorang pengunjung, seperti dikutip Oddity Central, Selasa (1/4/2014).

Juru bicara kebun binatang Gwalior mengatakan bahwa binatang liar yang lahir dan dibesarkan di penangkaran jarang menyerang orang. Mereka kehilangan naluri alami untuk melawan, dan tidak jarang menghasilkan harimau yang lemah.

Penyelidikan lebih lanjut atas insiden tersebut mengungkapkan bahwa Kaushik membutuhkan waktu sepuluh menit untuk memanjat dinding dan jatuh ke kandang harimau.

Selama kejadian itu, tak satu pun dari staf kebun binatang yang datang untuk mencegahnya. Operasi penyelamatan berlangsung sekira satu jam. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa karyawan di banyak kebun binatang India tidak cepat tanggap.

Beberapa laporan menyatakan bahwa Kaushik mungkin telah mabuk. Sementara beberapa orang mengatakan bahwa dia mungkin tidak stabil secara mental.

Sumber:

Orangutan asal Indonesia memiliki kecanduan yang unik. Kirno, orangutan asal Indonesia, sangat suka merokok. Kebiasaan anehnya ini dia lakukan setelah seorang pengunjung melemparkan puntung rokok yang masih menyala ke dalam kandangnya.

Orangutan berusia 14 tahun ini belajar merokok dengan meniru pengunjung kebun binatang Taru Jurug di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Kirno telah merokok selama dua tahun. Karena kebiasaan buruknya ini, dia harus dipindahkan ke sebuah pulau untuk menghentikan kebiasaannya itu. Seorang juru bicara kebun binatang Taru Jurug mengatakan bahwa sangat sulit mencegah para pengunjung untuk tidak memberikan rokok lagi kepada Kirno.

"Sulit untuk mencegah pengunjung untuk tidak memberikan rokok ke Kirno," kata juru bicara kebun binatang. Demikian dilansir Daily Mail, Jumat (21/3/2014).

"Banyak pengunjung yang nakal. Kebiasaan merokok pada orangutan sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kurangnya nafsu makan," tambahnya.

Aksi Kirno ini telah diabadikan oleh seorang fotografer bernama Agoes Rudianto, dia memotret Kirno yang sedang merokok ketika melewati kandang orangutan tersebut.

Kepala Operasi dari Orangutan Protection Foundation, Dr Grainne McEntee, mengatakan bahwa hal yang terjadi pada Kirno disebabkan oleh mimikri. Mimikri merupakan karakteristik perilaku pada primata, di mana mereka belajar dan meniru apa yang dilakukan oleh manusia.

Sumber:

Jangan keburu risih jika Anda mendengar ada perawatan kulit menggunakan abu vulkanik Gunung Krakatau. Sebab di balik warnanya yang kusam, abu dari letusan gunung berapi yang berlokasi di Selat Sunda itu diklaim punya sederet manfaat untuk kecantikan dan kesehatan kulit. Faedah itu dimanfaatkan Martha Tilaar Salon Day Spa lewat produk baru mereka, Krakatoa Hot Lava Treatment.

Namun, bukan abu dari letusan baru Gunung Krakatau yang digunakan Martha Tilaar sebagai bahan utama spanya. Melainkan yang sudah berumur lebih dari seribu tahun, dan terdapat di sekitar gunung tersebut. “Setelah diteliti sekitar setahun oleh laboratorium di Prancis, kandungan abu Gunung Krakatau ternyata bagus untuk kulit,” kata Pengembang Perawatan Martha Tilaar Salon Day Spa, Mien Rogin, saat ditemui di Cikini, Selasa siang lalu.

Mien menyebutkan, abu Gunung Krakatau kaya sulfur yang bermanfaat merangsang kolagen, untuk mencegah keriput, dan membuat kulit awet muda. Mineral lain dalam abu tersebut adalah titanium dioksida dan boronitrida, yang berguna melembabkan, mengencangkan, serta mencerahkan kulit. Meski bahan dasarnya abu, terapi ini diklaim tak bikin iritasi. “Ada magnesium di dalam abu yang bisa mencegah gatal,” ujarnya.

Spa Krakatoa Hot Lava terdiri atas tiga tahap, yakni Krakatoa Lava Massage, Krakatoa Heating Paste Stone, dan Krakatoa Heating Wrap. Proses perawatannya berlangsung selama 2,5 jam, dengan harga Rp 1,35 juta per paket. Penasaran, kami mencoba perawatan tersebut di Martha Tilaar Salon Day Spa Cikini, Jakarta Selatan, Selasa siang lalu.

1. Perawatan awal

Alunan gamelan menemani proses spa saya siang itu, di sebuah ruang berukuran 3x5 meter berpencahayaan temaram. Oleh Tri, perempuan yang sudah menjadi terapis di Martha Tilaar Salon Day Spa sejak 29 tahun, kaki saya terlebih dulu direndam dan dibersihkan dengan garam aromaterapi. Setelahnya, ia mengoleskan scrub di tubuh saya untuk mengangkat sel kulit mati.

Tri kemudian meletakkan sejumlah batu basalt vulkanik hangat di punggung dan telapak tangan saya. Batu basalt dipilih karena mampu menyerap dan menyimpan panas lebih lama dibanding jenis batu alam lainnya. Keberadaan batu tersebut, meski hanya selama sepuluh menit, bisa memberi efek rileks pada tubuh.

2. Krakatoa Lava Massage

Tahap pemijatan ini menggunakan abu vulkanik yang sudah diolah menjadi gel yang mudah diserap tubuh. Gel dicampurkan dengan madu yang mengandung vitamin B1, B2, C, E,dan mineral untuk antioksidan. Kandungan tersebut bermanfaat melembabkan, melembutkan, dan mencerahkan kulit, mencegah penuaan dini, serta sebagai antibakteri.

Gel juga mengandung aromaterapi dari cypress atau cemara yang kaya minyak atsiri untuk melancarkan peredaran darah, menghilangkan nyeri otot, mengurangi selulit, dan mengaktifkan sistem syaraf. “Cypress terkenal bisa menghancurkan lemak,” ujar Mien. Tahap ini membuat saya amat rileks, apalagi Tri memberi “bonus” berupa totok wajah.

Sumber:
3. Krakatoa Heating Paste Stone

Pada tahap ini, dua "batu" dari abu vulkanik ditaruh di bagian dada dan perut. Menariknya, batu tersebut dibikin si terapis langsung di depan Anda. Batu spa dibikin dari adonan 250 gram bubuk abu vulkanik dan 75 cc air dingin, yang akan mengeras dalam waktu tiga menit setelah diaduk. “Karena adonan cepat mengeras, saya mesti mengaduk dengan cepat dan pakai pelindung tangan,” kata Tri, yang mengenakan sarung tangan plastik.

Sensasi hangat terasa begitu kedua batu menyentuh kulit saya. Bau belerang menguar mengiringi asap tipis yang keluar dari batu. Menurut Mien, batu hangat dari abu vulkanik Krakatau bermanfaat menghancurkan lemak dan sel kulit mati, serta untuk melancarkan peredaran darah. Untuk membuat tubuh semakin rileks, terapis juga akan memberi pijatan-pijatan lembut.

4.Krakatoa Heating Wrap

Tahap terakhir, Tri kembali membuat adonan dari 210 gram abu vulkanik dan 175 cc air dingin untuk masker. Namun jenis bubuk abu yang digunakan berbeda dengan tahap sebelumnya, karena tak bakal mengeras. Adonan kental tersebut kemudian dibalurkan ke seluruh tubuh. Setelahnya, tubuh saya dibungkus rapat dengan plastik, dan selimut khusus.

Mien menjelaskan, tubuh harus ditutup rapat dengan plastik dan selimut khusus untuk memaksimalkan meresapnya nutrisi masker ke kulit. Efeknya, selama 20 menit tahap ini berlangsung, tubuh akan luar biasa berkeringat. “Saat berkeringat itu, racun-racun keluar dari dalam tubuh,” ujarnya.

Satu lagi keanekaragaman laut di perairan Indonesia ditemukan. Kali ini, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan spesies baru ikan pari unik, tubuhnya memiliki titik-titik seperti pola pada macan tutul. 

Karena keunikannya itu, spesies baru ikan pari itu dinamakan ikan pari tutul kecil (Himantura tutul). Dalam bahasa Inggris, ikan ini disebut Fine-spotted whipray. 

Adalah Irma Shita Arlyza, peneliti molekuler ikan pari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI yang menemukan ikan pari unik itu. Temuan itu menambah tiga kerabatnya yakni Himantura leoparda, Himantura uarnak, dan Himantura undulata. 

Saat ditemui di kantor LIPI, Jakarta, Kamis 3 April 2014, Irma mengungkapkan ikan pari tutul itu ditemukan pada empat lokasi berbeda yaitu Laut Jawa, kawasan perairan Singaraja Bali Utara, kawasan perairan selatan Jawa dan Selat Sunda.

Proses pengumpulan sampel ikan pari yang dilakukan di empat lokasi itu berlangsung dari 2006 hingga 2008.

"Setelah itu, kemudian dianalisis dengan pendekatan molekuler dengan mengurutkan DNA, dan kemudian baru diputuskan sebagai spesies baru pada 2012," kata dia.

Dia menjelaskan, keunikan pola titik pada ikan pari tutul berbeda dengan kerabat lainnya. Jika Himantura lain memiliki pola titik segi empat, segi lima beraturan layaknya sarang lebah, namun ikan pari tutul kecil ini memiliki pola tutul yang tak beraturan. 

Meski temuan ini cukup menggembirakan dalam hal keanekaragaman hewan laut, Irma memperingatkan potensi hilangnya spesies ini. Para nelayan di berbagai tempat telah lama mengetahui ikan pari memiliki nilai komoditas. Misalnya, kulitnya dimanfaatkan sebagai tas atau dompet, dan dagingnya dikonsumsi. 

Ia menyarankan agar pemerintah mulai membatasi eksploitasi dan memberikan alternatif perlakuan pada ikan ini, misalnya dilestarikan untuk pariwisata mengingat pola titiknya yang unik.  

"Kenapa perlu dibatasi? Sebab, saat ini produk ikan pari makin berkurang, jika terus dieskploitasi, dikhawatirkan spesies ini akan hilang," ujar dia. 

Irma kemudian mengajukan data statistik ekspor perikanan. Untuk komoditas ikan pari makin berkurang dari tahun ke tahun. "Ikan pari termasuk 10 komoditas besar perikanan kita," ujarnya. 

Namun, ia mengakui, nilai komoditas pada ikan pari memang sudah menjadi incaran nelayan. Untuk itu, selain pembatasan, menurut Irma, sah-sah saja nelayan mengambil ikan pari, meski ia menyarankan untuk mengambil jenis yang sudah melewati masa matang.

"Ikan pari punya masa matang reproduksi 5-10 tahun, ya ambil saja yang sudah melewati itu, karena masa usia ikan pari itu 25 tahun," kata dia. (art)

Sumber:

Warga kota Dongyang, di Provinsi Zhejiang, Tiongkok, dikejutkan oleh temuan mayat yang menggantung di sebuah papan iklan atau billboard. Mayat itu sudah bertahun-tahun di billboard tersebut, namun disangka bagian dari iklan sehingga tidak ada yang memedulikannya.

Diberitakan Daily Mail pekan ini, polisi Dongyang memperkirakan mayat itu telah ditinggalkan di atas billboard selama bertahun-tahun. Mayat baru ditemukan setelah pekerja konstruksi datang untuk membetulkan papan iklan raksasa itu.

Polisi mengatakan, kemungkinan ribuan orang telah melihat mayat itu, namun mengiranya bagian dari atraksi iklan. "Mungkin telah dilihat oleh orang banyak. Kami berasumsi orang yang melihatnya menganggap ini adalah bagian dari iklan.

Mayat itu telah membusuk. Polisi kesulitan mengidentifikasinya. Bahkan jenis kelaminnya saja sulit diketahui.

Sekarang, polisi tengah mencari tahu kapan waktu kematiannya dengan melakukan uji forensik. Beberapa bagian tubuhnya telah hilang, menurut polisi akibat dimakan burung.

Sumber: