Headlines

Misteri

Fauna

Culture

» » » » Warga di Kota ini Merayakan Tahun Barunya Dengan "Setan"


Kembang api dan terompet menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan tahun baru. Tapi tidak demikian dengan penduduk Oga Peninsula, Akita, Jepang. Mereka merayakan tahun baru bersama “setan”.

Penduduk menyebut “setan” tersebut dengan nama Namahage. Dia adalah “setan” yang masuk ke rumah-rumah penduduk untuk menakut-nakuti anak-anak yang nakal dan pemalas. Tapi tidak perlu khawatir, karena setan-setan yang muncul dalam perayaan ini sebenarnya hanya sekelompok orang yang menyamar sebagai Namahage dengan topeng setang dan jubah jerami.

Ada beberapa versi cerita yang menyebutkan asal mula Namahage. Beberapa menyebutkan Namahage awalnya adalah seorang pelaut yang kapalnya rusak. Ada pula yang menyebutkan bahwa Namahage telah diperkenalkan oleh Kaisar Cina sejak 2000 tahun yang lalu. Namun demikian, Namahage telah menjadi bagian dari tradisi lokal masyarakat Akita.

Seperti dilansir dari Japan Today, Namahage telah menjadi salah satu tradisi turun-temurun yang dilaksanakan di kota tersebut. Ketika memasuki rumah penduduk Namahage akan berjingkrak-jingkrak, menggeram juga mengaum untuk membuat anak-anak ketakutan atau menangis. Para orang tua sering memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meminta bantuan Namahage agar menegur sikap anak mereka yang nakal.

Di era modern, Namahage menjadi bentuk wejangan orang tua agar anak-anak bisa bersikap lebih baik di tahun yang baru, seperti lebih rajin belajar dan menaati pesan orang tua.

Dalam setiap kunjungannya ke rumah-rumah penduduk, Namahage akan ditawari sake untuk minum. Setelah cukup mabuk, mereka akan pergi ke kuil lalu membuang kostum tersebut. Sedangkan jerami-jerami yang berjatuhan di rumah penduduk saat Namahage berkunjung akan disimpan oleh pemilik rumah, karena dianggap sebagai pembawa keberuntungan.

Bagi para turis yang ingin melihat aksi seru tahun baru di Akita, tidak perlu repot mencari undangan ke rumah penduduk, karena tradisi Namahage ini juga digelar di museum. Tepatnya di Namahage Museum di tengah kota. Selain mempertunjukkan aksi unik Namahage dalam sebuah parade bertajuk Namahage Sedo Festival, museum tersebut juga membeberkan sejarah tentang Namahage serta memamerkan koleksi kostum Namahage, film serta demonstrasi pembuatan topeng Namahage.  (sj)

Sumber:

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply